Diskursus atau
Wacana Teknologi
“Epistemologi Teknologi (Umum)”
Secara etimologi, epistemologi merupakan kata gabungan
yang diangkat dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu episteme dan logos.
Episteme berarti pengetahuan atau
kebenaran dan logos berarti pikiran, kata atau teori. Dengan
demikian epistemologi dapat diartikan sebagai pengetahuan sistematik
mengenai pengetahuan. Epistemologi dapat juga diartikan
sebagai teori pengetahuan yang benar (theory of knowledges).
Istilah
epistemologi dipakai pertama kali oleh J.F. Feriere untuk membedakannya dengan
cabang filsafat lain yaitu ontologi (metafisika umum). Filsafat pengetahuan
(Epistemologi) merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai
masalah hakikat pengetahuan. Epistemologi merupakan bagian dari filsafat yang
membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula
pengetahuan, batas-, batas, sifat-sifat
dan kesahihan pengetahuan. Objek material epistemologi adalah
pengetahuan. Objek formal epistemologi adalah hakekat pengetahuan.
Epistemologi
umum yang dirancang oleh setiap manusia yang memiliki rumusan tertentu untuk
menciptakan sebuah teknologi secara umum yang dapat berguna untuk masyarakat.
Disamping itu manusia yang memiliki pengetahuan produksi alat teknologi umum
menurutnya adalah seni.[1] Berdasarkan perkembangan teknologi yang sudah
diproduksi untuk masyarakat luas, maka akan terbentuklah pengetahuan praktis
yang fungsinya adalah mempermudah pengguna alat tersebut dalam beraktivitas.
Alat teknologi
yang semakin lama ini selalu berkembang pesat peredarannya membuat manusia
lebih mudah untuk mengerjakan suatu objek yang hendak diuji. Pengetahuan teoritis seperti metafisika, matematika, dan
fisika merupakan suatu rumusan yang membutuhkan nilai angka yang pasti. Dengan
lahirnya alat teknologi seperti kalkulator, manusia dituntut untuk mampu
menguasai alat tersebut agar dimudahkan dalam menghitung suatu rumusan masalah
yang berkaitan dengan jumlah angka.
Adapun dampak
teknologi terhadap 4 (empat) aspek suprastruktur seperti :
1. Ekonomi :
(+)
Petumbuhan ekonomi
(+)
Terjadinya Industrialisasi
(-)
Kerahasiaan alat
tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes
Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.
Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah
sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan
2. Politik :
(+) Portal Pemerintahan. Portal adalah sebuah
website khusus yang
menyediakan
tempat bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses.
Portal ini menyediakan tempat khusus bagi
warga yang ingin mengetahui
perkembangan dari kegiatan pemerintah.
Portal ini juga memberikan
tempat
agar warga dapat berinteraksi dengan pejabat dan pelayanan
masyarakat
secara langsung.
(-) Tidak semua
masyarakat dapat menggunakan media internet dalam
berjaring sosial, kecuali masyarakat di daerah pedesaan itu
memiliki
bimbingan khusus dan mendapatkan pendidikan gratis mengenai
teknologi komputerisasi.[3]
3. Budaya :
(+) Memacu untuk
meningkatkan kualitas diri.
(+) Mudah memenuhi kebutuhan.
(-) Individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu
ketentraman,
sebab tidak ada
pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-
nilai yang dianut oleh
masyarakat.
(-) Gangguan keseimbangan,
masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang
akan membawa perubahan.[4]
4. Sosial :
(+) Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung
dipublikasikan dan
diterima oleh masyarakat.
(+)
Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan
kapan
saja.
(-) Timbulnya
jenis kejahatan baru.
(-)
Menurunnya tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar.
Dengan demikian dapat saya
simpulkan bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam pembuatan suatu
alat teknologi komunikasi yang secanggih mungkin, maka akan terlihat begitu
semakin praktisnya masyarakat menyelesaikan semua permasalahannya dalam
pekerjaannya.
Namun akan berdampak
negatif apabila pengguna alat teknologi itu menjadi salah tafsir dalam
penggunaannya, maka akan menjadi ”boomerang” pula bagi pengguna yang ceroboh
atau memiliki perspektif lain dalam pemahaman epistemologi teknologi umum ini.
Tetapi setiap lapisan masyarakat akan sangat membutuhkan kecanggihan itu
asalkan tetap pada prosedural penggunaan berlandaskan teori teknologi
komunikasi.Sumber Data :
[1] Bisa dilihat buku aristoteles
yang membahas mengenai Jenis-jenis Pengetahuan.
[2] Pembangunan ekonomi biasanya terlihat didasarkan pada unsur-unsur utama seperti sebagai pertumbuhan dan pembangunan di, sekolah dasar, menengah, dan sektor tersier dan (agak lebih berkesinambungan) pertumbuhan dan perkembangan dalam perdagangan. (Thirlwall 2005)
[3]
Setiawan, Wawan.
2009. Pengantar Teknologi Informasi. Bandung: UPI Press
No comments:
Post a Comment