Wednesday, 19 September 2012

Wacana Teknologi


Diskursus atau Wacana Teknologi
“Epistemologi Teknologi (Umum)”

Secara etimologi, epistemologi merupakan kata gabungan yang diangkat dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu episteme dan logos.  Episteme berarti pengetahuan atau kebenaran dan logos berarti pikiran, kata atau teori. Dengan demikian epistemologi dapat diartikan sebagai pengetahuan sistematik mengenai pengetahuan. Epistemologi dapat juga diartikan sebagai teori pengetahuan yang benar (theory of knowledges).

Istilah epistemologi dipakai pertama kali oleh J.F. Feriere untuk membedakannya dengan cabang filsafat lain yaitu ontologi (metafisika umum). Filsafat pengetahuan (Epistemologi) merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. Epistemologi merupakan bagian dari filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-, batas, sifat-sifat  dan kesahihan pengetahuan. Objek material epistemologi adalah pengetahuan. Objek formal epistemologi adalah hakekat pengetahuan.

Epistemologi umum yang dirancang oleh setiap manusia yang memiliki rumusan tertentu untuk menciptakan sebuah teknologi secara umum yang dapat berguna untuk masyarakat. Disamping itu manusia yang memiliki pengetahuan produksi alat teknologi umum menurutnya adalah seni.[1]  Berdasarkan perkembangan teknologi yang sudah diproduksi untuk masyarakat luas, maka akan terbentuklah pengetahuan praktis yang fungsinya adalah mempermudah pengguna alat tersebut dalam beraktivitas.

Alat teknologi yang semakin lama ini selalu berkembang pesat peredarannya membuat manusia lebih mudah untuk mengerjakan suatu objek yang hendak diuji. Pengetahuan teoritis seperti metafisika, matematika, dan fisika merupakan suatu rumusan yang membutuhkan nilai angka yang pasti. Dengan lahirnya alat teknologi seperti kalkulator, manusia dituntut untuk mampu menguasai alat tersebut agar dimudahkan dalam menghitung suatu rumusan masalah yang berkaitan dengan jumlah angka.

Adapun dampak teknologi terhadap 4 (empat) aspek suprastruktur seperti :

1. Ekonomi :   
(+) Petumbuhan ekonomi
(+) Terjadinya Industrialisasi

(-) Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes  
Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. 
Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah
sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan
 kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.[2]

2. Politik :       
(+) Portal Pemerintahan. Portal adalah sebuah website khusus yang  
     menyediakan tempat bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses.   
     Portal ini menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin mengetahui   
     perkembangan dari kegiatan pemerintah. Portal ini juga memberikan
     tempat agar warga dapat berinteraksi dengan pejabat dan pelayanan  
     masyarakat secara langsung.

(-)  Tidak semua masyarakat dapat menggunakan media internet dalam  
berjaring sosial, kecuali masyarakat di daerah pedesaan itu memiliki  
bimbingan khusus dan mendapatkan pendidikan gratis mengenai
teknologi komputerisasi.[3]

3. Budaya :     
(+) Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
(+) Mudah memenuhi kebutuhan.

(-)  Individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman,  
      sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-   
      nilai yang dianut oleh masyarakat.
(-)  Gangguan keseimbangan, masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang 
      akan membawa perubahan.[4]

4. Sosial :        
(+) Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan 
      diterima oleh masyarakat.
(+) Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan   
      kapan saja.
(-) Timbulnya jenis kejahatan baru.
(-) Menurunnya tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar.

            Dengan demikian dapat saya simpulkan bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam pembuatan suatu alat teknologi komunikasi yang secanggih mungkin, maka akan terlihat begitu semakin praktisnya masyarakat menyelesaikan semua permasalahannya dalam pekerjaannya.
           
            Namun akan berdampak negatif apabila pengguna alat teknologi itu menjadi salah tafsir dalam penggunaannya, maka akan menjadi ”boomerang” pula bagi pengguna yang ceroboh atau memiliki perspektif lain dalam pemahaman epistemologi teknologi umum ini. Tetapi setiap lapisan masyarakat akan sangat membutuhkan kecanggihan itu asalkan tetap pada prosedural penggunaan berlandaskan teori teknologi komunikasi.





Sumber Data :

[1] Bisa dilihat buku aristoteles yang membahas mengenai Jenis-jenis Pengetahuan.

[2] Pembangunan ekonomi biasanya terlihat didasarkan pada unsur-unsur utama seperti sebagai pertumbuhan dan pembangunan di, sekolah dasar, menengah, dan sektor tersier dan (agak lebih berkesinambungan)  pertumbuhan dan perkembangan dalam perdagangan. (Thirlwall 2005)

[3] Setiawan, Wawan. 2009. Pengantar Teknologi Informasi. Bandung: UPI Press
[4] Shvoong.com. The Global Source for Summaries and Reviews. Diterbitkan di: 06 Maret, 2010   

No comments:

Post a Comment